BANJARBARU – Banyak pelaku usaha mikro kerap mengeluh: “Produk sudah enak, kemasan sudah bagus, tapi kok masih sepi pembeli?” Saat dagangan belum laku, reaksi paling umum adalah terus-menerus mengubah atau merombak produk. Padahal, sering kali masalahnya bukan terletak pada kualitas barang, melainkan strategi pemasaran, ketiadaan nilai pembeda, hingga belum terbangunnya rasa percaya dari calon pembeli.
Menjawab keresahan nyata tersebut, HUB UMK Banjarbaru kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kapasitas usaha mikro binaan melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Kenapa Produk Bagus Belum Tentu Laku? Membedah 7 Kesalahan UMKM Sebelum Mendapatkan Pembeli Pertama”. Acara ini sukses dihelat pada Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Kala Cafe Banjarbaru.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk mengajak para wirausahawan lokal mengevaluasi bisnisnya secara menyeluruh, keluar dari jebakan fokus produk semata, dan mulai melihat proses penjualan dari sudut pandang konsumen.
Hadir sebagai narasumber, Ahmad Wardani, yang memandu peserta membedah titik lemah pemasaran dan merumuskan langkah perbaikan aplikatif. Beberapa fokus pembahasan utama meliputi:
- Mengidentifikasi Faktor Penentu Pembelian: Memahami alasan psikologis mengapa orang mau mengeluarkan uang untuk membeli suatu produk dan mengapa sekadar “bagus” saja belum cukup memicu transaksi.
- Membedah 7 Titik Lemah Pemasaran: Mengurai kekeliruan umum pelaku UMK, mulai dari minimnya nilai pembeda (unique selling point), promosi yang salah sasaran, penawaran yang membingungkan, hingga aktivitas promosi yang tidak konsisten.
- Membangun Rasa Percaya (Trust) Konsumen: Menerapkan strategi membangun reputasi dan transparansi agar calon pelanggan baru tidak ragu melakukan transaksi pertamanya.
- Rencana Perbaikan Nyata: Menyusun langkah taktis yang terarah dan dapat langsung dieksekusi agar promosi harian lebih efektif mendatangkan pembeli.
“Konsumen tidak membeli produk yang terbaik secara teknis, tapi membeli produk yang paling mereka pahami manfaatnya dan paling mereka percaya solusinya. Mengubah strategi komunikasi dan memahami sudut pandang pembeli jauh lebih berdampak daripada terus-menerus merombak resep atau kemasan tanpa arah,” jelas Ahmad Wardani dalam paparannya.
Melalui pelatihan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para pelaku usaha binaan makin jeli menemukan celah perbaikan dalam bisnisnya, lebih percaya diri menawarkan produk, serta mampu meraih pembeli pertama hingga membangun omzet usaha yang berkelanjutan.