BANJARBARU – Industri kuliner, khususnya produk roti (bakery), terus melesat dengan kemunculan berbagai tren baru yang diminati pasar. Namun di lapangan, pelaku usaha kuliner skala mikro kerap menghadapi kendala teknis: tekstur adonan yang kurang konsisten, teknik pemanggangan yang belum pas, hingga minimnya variasi rasa dan bentuk kekinian yang membuat produk kalah bersaing dengan jenama besar.

Menjawab tantangan tersebut sekaligus meningkatkan standar produk kuliner daerah, HUB UMK Banjarbaru kembali membuktikan komitmennya lewat agenda bertajuk “Pelatihan Demo Baking Roti Kekinian”. Kegiatan penuh praktik ini berlangsung meriah pada Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Aula Liang Anggang Intan Kota Banjarbaru.
Pelatihan ini dirancang berbasis demo interaktif untuk membekali para wirausahawan kuliner dengan keterampilan terapan. Peserta diajak mendalami bahwa kelezatan roti tidak hanya ditentukan oleh resep, melainkan pemahaman presisi mengenai karakteristik bahan, teknik pengadukan (kneading), proses fermentasi (proofing), hingga penataan tampilan visual produk yang memikat mata pembeli.
Dipandu langsung oleh instruktur baking profesional, Muhammad Rustam Danu, sesi pelatihan membedah alur produksi roti secara terperinci:
- Karakteristik dan Formulasi Bahan Baku: Memahami fungsi ragi, gluten, kadar air, serta pemilihan mentega yang tepat guna menghasilkan tekstur serat roti yang empuk, wangi, dan tahan lama.
- Teknik Pengolahan dan Fermentasi: Mempelajari teknik kalis elastis, pengaturan waktu istirahat adonan, serta suhu pemanggangan yang optimal agar roti mengembang sempurna tanpa bantat.
- Inovasi Isian (Filling) dan Topping Kekinian: Mengkreasikan variasi rasa modern yang digemari anak muda, mulai dari saus krim gurih (savory) hingga perpaduan manis yang estetik.
- Standarisasi Kualitas dan Daya Saing: Menjaga kebersihan proses pengolahan serta menyusun estimasi harga pokok produksi agar produk layak bersaing di etalase toko maupun pasar digital.
“Kunci sukses bisnis roti ada pada konsistensi tekstur dan keberanian menghadirkan variasi baru yang sedang tren. Ketika teknik dasar pembuatan rotinya sudah matang dan kita tahu cara memadukan topping yang menarik, produk buatan UMK lokal punya peluang besar untuk memikat pelanggan dan bersaing di pasar modern,” terang Muhammad Rustam Danu di sela sesi demo.

Melalui pelatihan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para pelaku usaha kuliner lokal semakin percaya diri melahirkan produk roti yang kreatif, berkualitas, dan memiliki daya pikat tinggi, sehingga mampu mendongkrak omzet penjualan serta memperluas bisnis kuliner secara berkelanjutan.
