BANJARBARU – Kerajinan tangan berbahan kawat bulu (pipe cleaner) saat ini tengah menjadi tren populer di kalangan pencinta produk kriya dan cendera mata estetik. Namun di ranah bisnis, banyak perajin pemula masih menghadapi tantangan serupa: variasi bentuk yang monoton, hasil akhir yang kurang kokoh dan rapi, serta kesulitan memadukan warna sehingga karya yang dibuat belum memiliki daya tarik dan nilai jual yang optimal.
Mendorong lahirnya produk ekonomi kreatif lokal yang berdaya saing, HUB UMK Banjarbaru kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha binaan melalui agenda bertajuk “Workshop Kerajinan Kawat Bulu”. Kegiatan aplikatif ini diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Ruang Pelatihan HUB UMK Banjarbaru.
Workshop ini dirancang berbasis praktik langsung (hands-on) untuk membuktikan bahwa keberhasilan usaha kriya tidak hanya bergantung pada kemampuan merangkai bahan baku, melainkan pada kejelian menciptakan desain yang unik, teknik pengerjaan yang presisi, serta keselarasan produk dengan selera pasar kekinian seperti buket bunga, gantungan kunci, dan hiasan dekoratif.
Dipandu oleh instruktur berpengalaman, Ibu Ermina, para peserta diajak mendalami teknik pembuatan kerajinan kawat bulu dari tingkat dasar hingga tahap kreasi bernilai ekonomi:
- Pengenalan Bahan & Alat Khusus: Memilih jenis kawat bulu dengan kerapatan serat yang tepat serta peralatan pendukung agar struktur kerajinan lentur namun tetap kokoh.
- Teknik Dasar Pembentukan & Variasi Desain: Mempelajari teknik memilin, melipat, dan membentuk pola daun, kelopak bunga, hingga figur mini yang simetris dan rapi.
- Harmoni Warna & Sentuhan Akhir (Finishing): Memadukan gradasi warna yang elegan serta teknik perekatan dan perakitan akhir yang bersih agar produk tampil profesional layaknya buatan studio kriya modern.
- Strategi Nilai Tambah & Penjualan: Mengemas hasil kerajinan menjadi produk siap jual dengan kemasan menarik demi mendongkrak harga pasar dan memperluas peluang kemitraan cenderamata.
“Kawat bulu punya potensi pasar yang sangat luas jika kita tidak terpaku pada model yang itu-itu saja. Kuncinya ada pada kerapian teknik dasar, pemilihan kombinasi warna yang cantik, serta kemasan yang menarik. Dari bahan yang sederhana, kita bisa menghasilkan karya yang bernilai jual tinggi dan disukai konsumen,” ungkap Ibu Ermina di sela pendampingan praktiknya.
Melalui workshop ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para wirausahawan kriya lokal semakin kreatif dan inovatif melahirkan variasi produk baru, mampu meningkatkan daya saing usaha kerajinan daerah, serta membuka peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.