Home » Biar Usaha Lebih Terarah, HUB UMK Banjarbaru Latih Pelaku Usaha Susun Business Model Canvas (BMC)

Biar Usaha Lebih Terarah, HUB UMK Banjarbaru Latih Pelaku Usaha Susun Business Model Canvas (BMC)

BANJARBARU – Banyak pelaku usaha mikro menjalankan operasional hariannya hanya berdasarkan intuisi dan rutinitas tanpa memiliki cetak biru (blueprint) yang jelas. Dampaknya, wirausahawan sering kali kebingungan saat harus menentukan target pasar, membagi anggaran biaya secara presisi, hingga merancang nilai pembeda yang membuat produk mereka dilirik pembeli.

Menjawab tantangan mendasar tersebut, HUB UMK Banjarbaru kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha binaan melalui agenda bertajuk “Pelatihan Business Model Canvas: Merancang Model Agar Bisnis Lebih Terarah”. Kegiatan ini dihelat pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Kala Cafe Banjarbaru.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan alat bantu visual yang praktis dan terstruktur kepada wirausahawan lokal. Bisnis yang sukses dinilai tidak hanya ditopang oleh produk yang enak atau bagus, melainkan bagaimana seluruh elemen usaha—mulai dari produksi hingga aliran laba—dapat terhubung secara rapi dan saling mendukung.

Hadir sebagai narasumber, Dadan Rahmadi, yang membimbing peserta membedah konsep Business Model Canvas (BMC) menjadi sembilan kotak strategi terapan yang mudah dipahami:

  • Pondasi Nilai dan Pasar: Memetakan segmen pelanggan (Customer Segments), merumuskan solusi unik yang ditawarkan (Value Proposition), memilih saluran penjualan (Channels), dan merawat hubungan loyal dengan pembeli (Customer Relationship).
  • Operasional dan Eksekusi: Menentukan aktivitas harian utama (Key Activities), aset krusial yang dibutuhkan (Key Resources), serta jaringan kerja sama strategis (Key Partners).
  • Kesehatan Finansial: Memetakan sumber pemasukan riil (Revenue Streams) sekaligus mengidentifikasi pos pengeluaran (Cost Structure) agar usaha tetap menghasilkan margin keuntungan yang sehat.

“Memulai usaha tanpa model bisnis itu seperti berlayar tanpa peta. Lewat selembar kertas BMC, pelaku usaha mikro bisa langsung melihat kelemahan dan kekuatan bisnisnya secara utuh, sehingga setiap keputusan modal dan pemasaran jadi jauh lebih hemat dan terarah,” papar Dadan Rahmadi di sela pelatihan.

Melalui pelatihan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para pelaku usaha mikro semakin piawai merancang strategi bisnis yang adaptif, memiliki daya saing kokoh di pasar, serta siap membawa usahanya bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

You may also like

Leave a Comment