BANJARBARU – Di tengah derasnya arus konten visual di media sosial, kekuatan suara atau audio branding kini menjadi senjata ampuh agar sebuah merek mudah diingat dan menempel di benak konsumen. Namun selama ini, memiliki lagu tema atau jingle usaha kerap dianggap mustahil bagi pelaku usaha mikro karena biayanya yang mahal dan proses produksinya yang dinilai rumit.
Mendobrak batasan tersebut, HUB UMK Banjarbaru kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha binaan melalui inovasi digital. Agenda bertajuk “Pelatihan Dari Nol Jadi Viral: Bikin Jingle Usaha Sendiri Pakai AI (SUNO)” sukses digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Kala Cafe Banjarbaru.
Pelatihan ini hadir sebagai solusi praktis bagi para wirausahawan lokal untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam memperkuat identitas merek secara hemat, cepat, dan mandiri tanpa memerlukan latar belakang musisi profesional.
Menghadirkan narasumber Bobby Bahrul IMM, sesi pelatihan berjalan interaktif dan langsung difokuskan pada praktik penggunaan platform Suno AI. Peserta dibimbing langkah demi langkah untuk:
- Mengenal Kekuatan Audio Branding: Memahami peran musik dan lirik pendek dalam membangun kedekatan emosional serta mempermudah pelanggan mengenali karakter produk.
- Merancang Prompt Lirik dan Genre Musik: Menguasai cara menyusun instruksi teks (prompt) yang tepat agar sistem AI menghasilkan melodi dan lirik yang sesuai dengan citra usaha masing-masing.
- Produksi Materi Promosi Siap Pakai: Mengunduh dan mengolah hasil audio dari Suno AI menjadi aset promosi yang siap disematkan pada video TikTok, Reels Instagram, hingga iklan digital.
“Dulu bikin satu lagu promosi butuh biaya jutaan rupiah dan waktu berminggu-minggu di studio rekaman. Lewat bantuan Suno AI, pelaku usaha mikro sekarang bisa membuat jingle yang unik dan profesional hanya dalam beberapa menit langsung dari ponsel atau laptop,” jelas Bobby Bahrul IMM saat sesi praktik.
Melalui pelatihan terapan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para pelaku usaha mikro semakin adaptif dan kreatif memanfaatkan teknologi mutakhir, sehingga produk lokal Banjarbaru memiliki daya saing tinggi dan makin mudah mencuri perhatian pasar luas.