BANJARBARU – Di tengah gempuran tren video pendek di berbagai platform media sosial, konten visual bergerak kini menjadi instrumen paling efektif untuk memikat perhatian calon pembeli. Namun di lapangan, tidak sedikit pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang masih merasa minder, kesulitan ide, hingga bingung merangkai video promosi yang terlihat rapi dan profesional hanya dari ponsel pintar.
Menjawab tantangan tersebut, HUB UMK Banjarbaru kembali mempertegas komitmennya dalam mengakselerasi transformasi digital wirausahawan binaan melalui agenda bertajuk “Pelatihan Auto Laris: Edit Video Konten Jualan Pakai CapCut”. Kegiatan aplikatif ini dihelat pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Kala Cafe Banjarbaru.
Pelatihan ini memadukan dua teknologi mutakhir yang ramah pemula, yakni kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan aplikasi pengeditan video CapCut. Peserta diajak mendalami cara memproduksi konten promosi secara mandiri, cepat, dan hemat biaya tanpa perlu keahlian videografi tingkat lanjut.
Dipandu oleh narasumber praktisi digital, Bobby Bahrul IMM, sesi pelatihan berjalan interaktif dengan praktik langsung pada ponsel masing-masing peserta. Fokus materi meliputi:
- Pembuatan Karakter AI Visual: Memanfaatkan ChatGPT untuk merancang konsep, naskah promosi yang memikat, hingga menciptakan karakter persona digital unik sebagai ikon identitas merek usaha.
- Teknik Dasar dan Efisiensi CapCut: Memahami navigasi fitur utama CapCut, mulai dari pemotongan klip (cutting), pengaturan ritme, hingga pemanfaatan template siap pakai untuk mempercepat proses editing harian.
- Integrasi Elemen Visual dan Audio: Memasukkan karakter AI ke dalam video, menambahkan teks judul yang mencolok (hook), efek transisi, serta musik latar yang sedang tren guna meningkatkan daya tarik konten di linimasa.
“Membuat video promosi yang menarik sekarang tidak lagi butuh kamera mahal atau tim produksi yang besar. Lewat integrasi ide dari AI dan kemudahan fitur CapCut, pelaku usaha mikro bisa membuat video jualan yang rapi, kreatif, dan langsung memikat calon pembeli dari ponsel genggam,” terang Bobby Bahrul IMM di sela pendampingan praktiknya.
Melalui pelatihan terapan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para wirausahawan lokal semakin percaya diri memproduksi konten pemasaran digital secara konsisten, memperkuat daya saing produk lokal, serta mampu memperluas jangkauan pasar demi pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan.