BANJARBARU – Banyak pelaku usaha mikro terjebak dalam pusaran operasional harian: dari urusan belanja bahan, produksi, promosi, hingga rekap kas semua harus dikerjakan oleh sang pemilik. Akibatnya, ketika pemilik usaha berhalangan atau sakit, roda bisnis ikut berhenti berputar. Ketergantungan penuh pada figur pemilik inilah yang kerap membuat usaha mikro sulit bertumbuh dan berekspansi.
Menjawab tantangan tersebut, HUB UMK Banjarbaru kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha binaan melalui agenda bertajuk “Pelatihan 7 Tahapan Sistemasi Bisnis“. Kegiatan ini dihelat pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Kala Cafe Banjarbaru.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk membimbing wirausahawan lokal mentransformasi cara kerja manual menjadi alur bisnis yang terstruktur dan terstandarisasi. Tujuannya jelas: membangun bisnis yang menguntungkan (profitable), siap diperbesar skalanya (scalable), serta mampu bertahan dalam jangka panjang (sustainable).
Dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman, Dadan Rahmadi, sesi pelatihan mengupas tuntas tujuh pilar utama sistemasi bisnis:
- Arah & Nilai Usaha: Merumuskan visi, misi, dan nilai budaya kerja sebagai kompas utama ke mana arah bisnis akan dibawa.
- Struktur Organisasi & SDM: Menyusun pembagian peran yang tegas serta pola pengembangan tenaga kerja agar tim bekerja produktif tanpa tumpang tindih.
- Sistem Pemasaran & Keuangan: Membangun jalur promosi yang konsisten serta tata kelola pencatatan keuangan yang transparan dan terpisah dari dompet pribadi.
- Standar Operasional (SOP) & Kepemimpinan: Menstandarisasi alur kerja harian dan memperkuat jiwa kepemimpinan pemilik usaha agar mampu mengawasi tanpa harus terus turun tangan secara teknis.
“Bisnis yang hebat bukanlah bisnis yang paling menyita waktu pemiliknya sampai kehabisan tenaga, melainkan bisnis yang sistem kerjanya sudah rapi sehingga bisa tetap berjalan dan menghasilkan laba meski sang pemilik tidak berada di tempat,” ungkap Dadan Rahmadi dalam pemaparannya.
Melalui pelatihan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para pelaku usaha mikro semakin percaya diri menata manajemen internalnya, mengurangi beban ketergantungan operasional pada diri sendiri, serta siap membawa usahanya naik kelas menuju tata kelola bisnis modern dan mandiri.