BANJARBARU – Memiliki produk dan ide usaha yang potensial sering kali belum cukup jika tidak diimbangi dengan kesiapan mental pemiliknya. Banyak pelaku usaha pemula akhirnya jalan di tempat karena ragu menghadapi risiko, gagap merespons perubahan pasar, dan masih memandang bisnis sebatas cara untuk bertahan hidup dari hari ke hari.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong transformasi pelaku usaha binaan, HUB UMK Banjarbaru menggelar agenda bertajuk “Pelatihan Membangun Mindset Wirausaha Untuk Bisnis Bertumbuh” pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Kala Cafe Banjarbaru.
Pelatihan ini diinisiasi secara khusus untuk membangun pondasi berpikir yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan (growth mindset). Kesiapan pola pikir dinilai krusial agar wirausahawan lokal memiliki kepercayaan diri tinggi dalam mengambil keputusan strategis serta lincah menangkap peluang di tengah dinamika pasar yang kompetitif.
Menghadirkan narasumber Rizla Syahrianoor, sesi pelatihan berlangsung interaktif dan membedah poin-poin penting perubahan mentalitas usaha:
- Pergeseran dari Bertahan ke Bertumbuh: Mengubah paradigma wirausaha dari sekadar berbisnis untuk menyambung hidup menjadi mentalitas pengusaha yang berorientasi pada skala pertumbuhan jangka panjang.
- Melihat Tantangan sebagai Peluang Inovasi: Membangun kebiasaan berpikir positif agar setiap hambatan dan kegagalan operasional dilihat sebagai ruang evaluasi serta pemantik lahirnya ide-ide kreatif baru.
- Resiliensi dan Tindakan Strategis: Mengasah daya tahan mental dalam menghadapi fluktuasi pasar sekaligus menerjemahkan visi usaha ke dalam rencana aksi nyata yang terukur.
“Bisnis yang besar tidak dimulai dari modal yang besar, tapi dari pola pikir pengusaha yang tidak mudah menyerah dan selalu mau belajar. Saat cara pandang kita berubah melihat tantangan pasar, di situlah strategi usaha kita akan mulai bertumbuh secara nyata,” papar Rizla Syahrianoor di hadapan para peserta.
Melalui pelatihan ini, HUB UMK Banjarbaru berharap para pelaku usaha mikro tidak hanya tangguh secara operasional, tetapi juga memiliki fondasi kepemimpinan diri yang kokoh demi mewujudkan pertumbuhan bisnis yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.